Jumat, 09 Juni 2017

Pohon Harapan

Posted by Hayati at 3:49 PM 0 comments
Apa itu pohon harapan? pohonharapan adalah alat atau media yang digunakan oleh Guru BK untuk memotivasi anak didik nya agar lebih termotivasi terhadap harapan harapan yang akan dicapainya.

karena dengan adanya pohon harapan peserta didik bisa menuliskan dan menggantung segala harapan harapan nya yang akan dicapai 10 attau 15 tahun kedepan atau bisa berisi kan cita - cita peserta didik. dengan pohon harapan yang dihias semenarik mungkin akan membuat minat peserta didik bertambah dan ingin menuliskan semua harapan - harapn nya dan di gantung di pohon harapan tersebut. tujuan dari pohon harapan ini untuk memotivasi peserta didik dan memberikan kepercayaan bahwa suatu hari nanti segala harapan itu akan tercapai dan untuk mengasah kreatifitas peserta didik agar lebih kreatif.

saya dan teman - teman saya dari kelas 2B sudah mencoba membuat pohon harapan yang berisikan semua harapan - harapan dari saya dan teman - teman saya. ini merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh dosen media dalam BK Yaitu Ibu Cici Yulia M.Pd.i. kelompok kami membuat pohon harapan dengan sekreatif mungkin dan semenarik mungkin.
Dengan alat - alat dan bahan - bahan di bawah ini:


Bahan untuk pembuatan pohon harapan:
1. siapkan alat-alat seperti batang pohon/ranting
2. hiasan untuk ranting
3. kertas tebal 
4. kertas karton
5. spidol
6. bunga dan daun
7. pot bunga
8. gunting dan pembolong kertas
9. tali atau benang
10. tanah/pasir/batu-batu
11. gunting dan lem

cara pembuatan pohon harapan:
1. pertama tama bersihkan dahulu batang atau ranting pohon lalu hiasi batang ranting dengan pita atau tali agar lebih terlihat cantik dan menarik
2. lalu masukan batang ke dalam pot dan isi dengan tanah dan batu batu hias
3. tulis lah cita cita atau harapan  yang akan dicapai pada kertas tebal dan karton yang sudah dibentuk bentuk dengan bentuk bentuk yang menarik
4. bolongi kertas dengan pembolong kertas dan ikat dengan benang lalu gantung pada batang pohon sesuai keinginan
5. hiasi batang dengan hiasan hiasan yang menarik seperti bunga atau daun daun 

Ini adalah hasil karya kelompok kami POHON HARAPAN

Sabtu, 03 Juni 2017

SENAM KONSELING

Posted by Hayati at 6:09 AM 0 comments

Senin, 15 Mei 2017

“Belajar dan Pembelajaran"

Posted by Hayati at 6:27 PM 0 comments

Belajar, perkembangan, dan pendidikan merupakan hal yang menarik dipelajari. Ketiga gejala tersebut terkait dengan pembelajaran. Belajar dilakukan oleh siswa secara individu. Perkembangan dialami dan dihayati pula oleh individu siswa. Sedangkan pendidikan merupakan kegiatan interaksi. Dalam kegiatan interaksi tersebut, pendidik atau guru bertindak mendidik si peserta didik atau siswa. Tindak mendidik tersebut tertuju pada perkembangan siswa menjadi mandiri. Untuk dapat berkembang menjadi manidir, siswa harus belajar. Bila siswa belajar maka akan ada perubahan mental yang terjadi pada diri siswa.[1]
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa itu sendiri. Siswa adalah penentu terjadi atau tidak terjadinya proses pembelajaran. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadaan alam, benda-benda, tumbuh-tumbuhan, manusia atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang sesuatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar.[2]
Dalam proses belajar, apa yang ingin dicapai sepatut nya dirasakan dan dimiliki oleh setiap siswa. Tujuan belajar bukan berarti tujuan pembelajaran, karena tujuan pembelajaran merupakan tujuan dan harapan yang ingin dicapai guru dari kegiatan yang dilakukan. Meskipun apa yang diinginkan guru itu sesuai dengan apa yang diinginkan siswa. Untuk mempertemukan tujuan guru (tujuan pembelajaran) dengan tujuan belajar siswa, dapat diupayakan dengan cara mengkomunikasikan tujuan tersebut kepada siswa.[3]

Motivasi sangat penting dalam belajar, setiap individu mempunyai needs (kebutuhan) atau wants(keinginan). Setiap kebutuhan atau keinginan perlu memperoleh pemenuhan. Dalam batas tertentu upaya memenuhi kebuthan itu seringkali merupakan tujuan. Jadi, jika kebutuhan tercapai, maka tujuan atau kebutuhan itu terpenuhi. Sedangkan dorongan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan itu sendiri merupakan motivasi. Agar belajar dapat mencapai hasil harus ada motivasi.[4]
Pada diri siswa terdapat kekuatan mental yang menjadi penggerak belajar. Kekuatan penggerak belajar tersebut berasal dari berbagai sumber. Pada peristiwa pertama, motivasi siswa yang rendah menjadi lebih baik setelah siswa memperoleh informasi yang benar. Pada peristiwa kedua, motivasi belajar dapat menjadi rendah dan dapat diperbaiki kembali. Pada kedua peristiwa tersebut peranan guru untuk mempertinggi peranan belajar sangatlah berarti. Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya, kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita.[5]
Motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: (1). Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasi jenis ini sering sekali disebut dengan istilah motivasi intrinstik. Misalnya: seorang siswa tanpa disuruh siapapun, setiap malam membaca buku pelajarannya. (2). Motivasi dari luar yang berupa usaha pembentukan dari orang lain. Motivasi ini sering sekali disebut dengan istilah motivasi ekstrinsik. Misalnya: seorang siswa yang kurang rajin belajar kemudian menjadi rajin dan giat belajar karena guru nya menjanjikan kepada siapa saja yang memperoleh nilai terbaik pada mata pelajaran yang diajarnya akan diberikan tiga seri buku Harry Porter.[6]


            Pengembangan motivasi belajar subjek didik, selain dilakukan melalui upaya secara langsung oleh guru, dapat juga dilakukan oleh siswa itu sendiri dengan menggunakan “model latihan motivasi diri” (self- motivation training model). Model ini dikembangkan berdasarkan “teknik pantau diri” (self-monitoring) dari cormier. Dengan menggunakan motivasi diri, siswa dituntut secara aktif mengembangkan motivasi belajarnya sendiri melalui aktivitas sendiri dari memantaunya sendiri.[7]
Dalam perilaku belajar terdapat motivasi belajar. Penguatan motivasi – motivasi belajar berada ditangan para guru/pendidik dan anggota masyarakat lain. Guru sebagai pendidik bertugas untuk memprkuat motivasi belajar selama minimum 9 tahun pada usia wajib belajar. Orang tua bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat. Ulama sebagai pendidik juga bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat.[8]
Motivasi sangat penting dalam belajar, setiap individu mempunyai needs (kebutuhan) atau wants(keinginan). Setiap kebutuhan atau keinginan perlu memperoleh pemenuhan. Dalam batas tertentu upaya memenuhi kebuthan itu seringkali merupakan tujuan. Jadi, jika kebutuhan tercapai, maka tujuan atau kebutuhan itu terpenuhi. Sedangkan dorongan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan itu sendiri merupakan motivasi. Agar belajar dapat mencapai hasil harus ada motivasi.[9]






[1] Dimyati dan Mudjiono, 2006. Belajar dan pembelajaran, Rineka cipta: Jakarta, hlm. 5
[2] Ibid. Hlm. 7
[3] Sumiati dan Asra, 2007. Metode pembelajaran, Wacana Prima: Bandung, hlm. 42
[4] Ibid. hlm.51
[5] Dimyati dan Mudjiono, Op.Cit. hlm. 80
[6] Mohammad Asrori,  2007. Psikologi pembelajaran, Wacana Prima: Bandung, hlm. 183
[7] Ibid. hlm.187
[8] Dimyati dan Mudjiono, Op.Cit. hlm. 94
[9] Sumiati dan Asra, Loc.Cit.
 

TIANY VIKASARI Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea